Posted by : Amaliun Indah Rabu, 16 November 2011


Motorolla adalah salah satu perusahaan besar di dunia yang bergerak di bidang telekomunikasi. Perusahaan ini termasuk salah satu perusahaan yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan telekomunikasi dunia. Meski pun lebih banyak dikenal sebagai salah satu produsen telepon seluler, namun perusahaan ini tidak mengkhususkan diri sebagai produsen telepon seluler.
Dalam sejarahnya, Motorolla adalah sebuah perusahaan yang berdiri di kawasan Amerika Serikat. Pada saat perusahaan ini pertama kali berdiri pada tanggal 25 September 1928, belum menggunakan nama Motorolla. Nama perusahaan ini di masa awal pendiriannya adalah Ludwig van Beethoven and Johannes Brahms. Kota yang dipilih sebagai kantor pusat perusahaan ini adalah di daerah Schaumburg yang berada di bawah wilayah administratif negara bagian di Illinois.
Selain memproduksi telepon seluler, Motorolla juga membuat beberapa produk lain yang masih terkait dengan core business mereka di bidang telekomunikasi. Beberapa produk yang dihasilkan perusahaan ini antara lain adalah radio dua arah, smartphones, sistem jaringan, televisi kabel, jaringan nirkabel, sistem RFID serta perangkat infrastruktur telekomunikasi lain yang terkait.
Sebagai perusahaan besar, Motorolla mampu menjangkau seluruh negara di dunia untuk memberikan pelayanan. Baik pelayanan penjualan maupun layanan purna jual. Kegiatan ini dimungkinkan dengan dukungan sekitar 60 ribu karyawan Motorolla yang siap melayani para pelanggan setia perusahaan tersebut.
Di bawah kepemimpinan Greg Brown sebagai presiden sekaligus CEO dan Sanjay Jha yang bertindak sebagai Co CEO, Motorolla berusaha untuk turut bersaing dalam kancah persaingan bisnis telekomunikasi. Meski pun secara keseluruhan, pasar untuk telekomunikasi khususnya di bisnis perangkat telepon genggam dunia masih dikuasai oleh perusahaan dari Eropa, yaitu Nokia.
Motorolla Indonesia
Di Indonesia sendiri Motorola termasuk salah satu pemain lama yang berkecimpung dalam bisnis telekomunikasi, khususnya telekomunikasi tanpa kabel. Perusahaan ini sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 1991, dimana pada masa itu tekhnologi telepon masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Bahkan, teknologi telepon tanpa kabel pun pada masa tersebut belum banyak dikenal oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kemajuan teknologi belum secepat pada masa sekarang ini. Telepon kabel pun masih sangat terbatas jangkauannya, khususnya di wilayah perkotaan.
Di awal berdirinya di Indonesia, Motorola belum memiliki jaringan yang luas. Hal ini dapat dilihat dari jumlah karyawan yang dimiliki Motorola pada saat awal berdiri. Di tahun 1991, Motorola Indonesia hanya memiliki lima orang karyawan yang menempati sebuah kantor yang sangat kecil. Baru pada tahun 1995, Motorola Indonesia mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah perusahaan yang memiliki badan hukum dengan nama PT Motorola Indonesia. Jumlah karyawan yang dimiliki pun berkembang pesat menjadi 100 orang. Dari jumlah tersebut 98 persen di antaranya berasal dari penduduk asli Indonesia. Hal inilah yang menjadi sebuah nilai lebih Motorola sebagai perusahaan asing yang mau menggunakan sumber daya dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan perusahaan mereka.
Di Indonesia, Motorola menjual berbagai macam produk yang ditujukan untuk mendukung pengembangan telekomunikasi tanah air. Beberapa perangkat utama yang ditawarkan antara lain sistem jaringan serta perangkat untuk telepon non kabel atau seluler. Selain itu Motorola juga menjual produk radio komunikasi dua arah serta perangkat untuk akses internet non kabel.
Selain menawarkan produk, sebagai komitmen perusahaan Motorola juga menyediakan pelayanan purna jual bagi konsumen mereka. Diantaranya adalah dukungan penjualan seperti membuka banyak gerai penjualan serta menciptakan sistem penjualan yang memudahkan konsumen. Selain itu Motorola juga menciptakan strategi pemasaran yang saling berhubungan antara penjualan, promosi hingga kepada pelayanan pelanggan. Semua lini saling bekerjasama untuk menciptakan kepuasan bagi konsumen mereka serta menciptakan nilai pelanggan yang prima.
Dukungan teknik juga diberikan oleh Motorola. Diantaranya dengan menciptakan sistem teknik, pemasangan jaringan, pemantauan jaringan dan juga dukungan pemeliharaan pada produk yang mereka jual. Hal ini tentu memberikan raasa nyaman bagi para konsumen yang menjadikan Motorola sebagai alat bantu kebutuhan mereka di bidang telekomunikasi.
Peran Motorola
Dalam sejarah perkembangan teknologi telepon seluler, Motorola memiliki peran penting dalam proses penciptaan perangkat komunikasi tersebut. Di masa sekarang ini, hampir semua orang memiliki dan membutuhkan keberadaaan benda kecil yang bisa digunakan untuk berkomunikasi di mana saja tersebut. namun tidak banyak yang mengetahui mengenai sejarah penemuan telepon seluler tersebut.
Motorola dianggap sebagai perusahaan pertama yang menemukan teknologi telepon seluler ini. Penemuan ini terjadi setelah 70 tahun manusia mulai mengenal teknologi tanpa kabel sebagai alat komunikasi. Namun, perusahaan Motorola-lah yang dianggap sebagai perusahaan pertama yang memperkenalkan teknologi telepon seluler pada masyarakat luas.
Hal ini terjadi pada tahun 1973, di mana pada saat itu Dr. Cooper, seorang manajer inovasi di Motorola memiliki gagasan untuk menciptakan telepon yang mampu dibawa kemana saja. Untuk itulah, melalui kerjasama dengan Bell Labs, Dr. Cooper merancang pemasangan base station di kawasan New York. Dan pada tanggal 3 April 1973, Dr Cooper yang sudah naik pangkat menjadi General Manajer di Divisi Communication System Motorola, memamerkan penemuan aneh tersebut.
Caranya, Cooper mencoba menelepon dari terminal telepon portabel. Pada saat itu, yang digunakan bukanlah telepon seluler seperti yang dikenal pada saat ini. Ukuran telepon seluler yang dijadikan alat percobaan tersebut berukuran 10 kali lipat dari ukuran yang ada sekarang ini. Berat telepon seluler tersebut sendiri sekitar 30 ounce atau 800 gram. Bandingkan dengan telepon seluler yang ada pada masa sekarang ini, yang memiliki berat rata-rata hanya 80 gram.
Bentuk telepon seluler di masa awal penemuannya pun masih sangat kaku. Dari beberapa jenis produk yang dibuat Motorola, sebagian besar masih berbentuk kotak dengan dilengkapi antena. Bahkan ada pula telepon seluler yang besarnya hampir sama dengan sebuah tas koper.
Prestasi yang ditorehkan oleh Motorola tersebut, pada dasarnya berasal dari pengembangan teknologi seluler pertama yang ditemukan tahun 1910 oleh Lars Magnus Ericsson, yang juga sebagai pendiri perusahaan Ericsson atau pada saat ini dikenal dengan nama Sony Ericsson. Perusahaan ini di awal penemuan teknologi seluler ini, pada awalnya dikembangkan untuk mendukung bisnis pelayanan telegraf yang pada saat itu masih sangat dibutuhkan masyarakat.
Penemuan ini kemudian diaplikasikan pada jajaran kepolisian Detroit Michigan. Untuk memudahkan komunikasi dengan petugas yang berpatroli, akhirnya setiap mobil petugas kepolisian dipasang telepon mobil dengan konsep seluler. Frekuensi yang digunakan pun masih sangat sederhana dan daya jangkaunya terbatas sebab menggunakan frekuensi 2 MHz. Namun demikian, pemasangan telepon mobil ini dianggap mampu mempercepat komunikasi dan koordinasi antara petugas yang berpatroli dengan markas pusat kepolisian. Sehingga hal ini mempermudah petugas dalam bertindak apabila terjadi suatu peristiwa kejahatan di lapangan.
Dari penemuan dan pengembangan tersebutlah, kemudian pada saat ini kita bisa menikmati mudahnya berkomunikasi menggunakan telepon seluler. Selain itu, telepon seluler yang ada pun kini bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Bukan lagi sekedar untuk bertelepon atau berkirim pesan, namun sudah berkembang menjadi sebuah perangkat komputer mini.

Leave a Reply

Blog Dofollow Silahkan Tinggalkan Komentar Sobat... Komentarnya Yang Manis Ya....!!!
Jangan Lupa Kunjungi Jasa Facebook Fanpage Murah
Buat Sobat Yang Mau Berbisnis Online Kunjungi Aja Langsung Bisnis Online Terbaru

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cafe Amaliun Indah - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -