Posted by : Amaliun Indah Kamis, 17 November 2011


Bagi masyarakat Indonesia yang menggunakan telepon genggam, nama Nokia tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Hal ini karena merk telepon tersebut, sudah dianggap sebagai brand image di tengah masyarakat. Salah satu buktinya adalah ketika dilakukan survey tentang nama merek telepon seluler, maka sebanyak 70 % dari masyarakat akan menyebutkan nama tersebut pertama kali.
Meski sudah berdiri sejak lama, namun nama Nokia baru dikenal ketika era telepon seluler mulai merambah Indonesia. Hal ini terjadi pada awal tahun 2000an, di mana sejak saat itu pertumbuhan telepon seluler sangat pesat terjadi. Banyak orang memilih Nokia sebagai perangkat telepon genggam, karena beberapa kelebihan yang dimilikinya.
Apalagi, pada masa tersebut belum banyak pemain yang masuk ke bisnis telepon seluler Indonesia. Secara keseluruhan, pada awal tahun 2000an tersebut di Indonesia hanya dikenal empat pemain besar yang memproduksi telepon seluler ini. Selain Nokia, merek lain yang juga meramaikan bisnis telepon seluler ini di antaranya adalah Siemens, Motorolla dan Ericsson. Pada saat itu, Ericsson belum bergabung dengan perusahaan Sony yang kemudian melahirkan sebuah merek co branding yaitu Sony Ericsson.
Dan seiring dengan perkembangan zaman yang diikuti dengan dibukanya regulasi pasar bebas, pada saat ini demikian banyak ditemukan merek telepon seluler di pasaran.Hal ini terutama dengan membanjirnya produk telepon seluler dari China yang menawarkan harga murah dengan ragam fitur menarik.
Meski demikian, hal ini bukan menjadi penghalang bagi Nokia untuk terus memantapkan diri pada posisi puncak produsen telepon seluler di Indonesia. Dengan posisi yang dimilikinya tersebut, Nokia tetap mendapatkan peminat tersendiri di kalangan pengguna telepon seluler. Apalagi, pada saat ini Nokia semakin gencar meluncurkan produk-produk baru mereka dalam jangka waktu yang berdekatan.
Selain strategi peluncuran varian produk yang beragam, Nokia juga memiliki strategi lain dalam menjaga pangsa pasar mereka. Diantaranya dengan menciptakan telepon seluler yang bermain di kelas bawah atau low end. Di level ini, Nokia membuat produk dengan harga yang teramat sangat murah sehingga bisa dijangkau oleh seluruh kalangan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk menandingi produk telepon seluler dari China yang juga banyak bermain di level tersebut.
Sejarah Nokia
 Meski sudah banyak yang mengenal nama Nokia, namun belum banyak masyarakat yang mengenal sejarah produsen telepon seluler terbesar di dunia ini. Nokia didirikan di daerah Tampere, Finlandia sejak tahun 1865. Namun, secara resmi perusahaan ini berdiri di bawah naungan badan hukum dengan nama resmi Nokia ini sejak tahun 1871. Pada saat ini, kantor pusat Nokia terletak di Espoo yang masuk ke dalam kawasan negara Finlandia.
Pada awal berdirinya, Nokia justru tidak bergerak di bidang telekomunikasi. Perusahaan ini mengawali usahanya di bidang penggilingan Pulp dengan pendirinya bernama Fredrik Idestam. Selanjutnya pada awal abad ke 20, di Finlandia muncul perusahaan karet yang menggunakan nama Nokia.
Setelah perang dunia I usai, perusahaan karet ini mengakuisisi perusahaan penggilingan kayu serta perusahaan kabel Finlandia. Ketiganya kemudian bergabung dengan nama Nokia Corporation. Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan mesin bubur kayu serta pembuatan kertas dan menjadi pabrik kertas terbesar di kawasan Eropa pada tahun 1920an.
Pada tahun 1950, CEO Nokia Corporation yaitu Bjorn Westerlund memprediksikan bahwa masa depan perusahaan mereka akan semakin suram. Sebagai gantinya, dunia bisnis akan dikuasai oleh teknologi. Oleh karenanya, dibuatlah divisi elektronik di perusahaan kabel Helsinki. Di awal berdirinya divisi ini, banyak muncul kesalahan dan kegagalan. Namun hal ini justru menjadi awal kekuatan Nokia. Sehingga pada tahun 1970, Nokia dan perusahaan pembuat televisi Salora melakukan merger untuk memulai menciptakan telepon genggam.
Tahun 1980, Salora akhirnya dikuasai oleh Nokia. Di tahun yang sama pula, Nokia mendapatkan hak pengoperasian jaringan telepon dari pemerintah Finlandia. Pada awal 1981, Nokia mulai memperkenalkan sistem jaringan seluler mereka yang pertama yang disebut dengan Nordic Mobile Telephony. Sistem ini merupakan sistem seluler multinasional yang muncul di dunia. Sejak saat itulah, NMT dari Nokia mulai memperoleh respon positif dari seluruh masyarkat dunia.
Meski demikian, perjalanan Nokia tidak selamanya berjalan dengan mulus. Sebab, pada awal tahun 90an, goncangan krisis sempat melanda Nokia. Akibatnya, perusahaan ini sempat mengalami beberapa permasalahan terkait dengan pengembangan produk mereka. Namun, hal ini menjadi sebuah awal bagi terciptanya keberhasilan Nokia pada bisnis telepon seluler tersebut.
Pergantian tampuk pimpinan di tingkat CEO menjadi tonggak perubahan Nokia. CEO yang baru, Jorma Ollila membuat keputusan penting dalam sejarah Nokia. Dalam menghadapi krisis tersebut, Ollila memutuskan untuk menciptakan fokus pada perusahaan Nokia. Pilihannya adalah untuk berkonsentrasi penuh pada produksi telepon seluler dan jaringan telepon.
Dari sinilah, pada tahun 1991 sebuah jaringan baru pertama kali ditemukan yang pada saat ini kita kenal dengan jaringan GSM. Jaringan ini pertama kali diluncurkan di Finlandia dan mendapatkan sambutan hangat dari pengguna telepon seluler. Dengan keberhasilannya inilah, Nokia kemudian tumbuh menjadi raksasa di bidang telekomunikasi dan menjadi pemimpin pasar pada pertengahan tahun 90an.
Hal ini disebabkan produk Nokia dianggap selalu memiliki teknologi yang selangkah lebih maju dari pesaingnya. Seperti yang pernah terjadi pada Nokia legendaris yaitu 5110, yang merupakan telepon seluler pertama berlayar lebar dan memiliki fitur tambahan hiburan yaitu permainan. Demikian pula pada telepon seluler 7650, yang dikenang sebagai telepon seluler pertama di dunia yang dilengkapi kamera.

Leave a Reply

Blog Dofollow Silahkan Tinggalkan Komentar Sobat... Komentarnya Yang Manis Ya....!!!
Jangan Lupa Kunjungi Jasa Facebook Fanpage Murah
Buat Sobat Yang Mau Berbisnis Online Kunjungi Aja Langsung Bisnis Online Terbaru

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cafe Amaliun Indah - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -