Posted by : Amaliun Indah Jumat, 18 November 2011


Banyaknya sarana komunikasi dan hiburan yang semakin canggih belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru dalam masyarakat yang menarik untuk dibahas. Istilah-istilah baru yang berkenaan dengan benda-benda itu juga menjadi ramai bermunculan. Istilah tersebut umumnya datang dari bahasa Inggris, seperti SMS atau Short Message Service, Video Call, dan gadget.
Dalam bahasa Indonesia, ketiga istilah tersebut masing-masing dikenal dengan sebutan pesan singkat, telewicara, dan gawai untuk gadget. Istilah gawai memang terdengar aneh. Istilah-istilah dalam bahasa Indonesia ini memang masih memerlukan sosialisasi lebih serius dari pihak terkait. Tidak mengherankan jika istilah asing lebih sering digunakan oleh Masyarakat Indonesia.
Gadget sebenarnya adalah istilah lain dari peranti atau instrumen yang bertujuan dan memiliki fungsi praktis dan umumnya memiliki kegunaan. Gadget atau gawai selalu dirancang dengan kecanggihan teknologi  tinggi dan melebihi benda yang sudah lebih dulu diciptakan. Jenis Gadget yang paling umum diketahui oleh masyarakat adalah handphone.
Nama gadget sendiri sebenarnya berasal dari lelucon. Di abad 19, bukti anekdot dari asal mula penggunaan istilah gadget terdapat di Kamus Inggris Oxford. Istilah gadget ini digunakan sebagai istilah pengganti untuk menyebutkan sebuah benda yang digunakan oleh seseorang dengan daya ingat rendah dan peristiwa ini terjadi pada 1850-an.
Secara etimologi, kata gadget ini artinya adalah sengketa. Menurut cerita, asal usul nama gadget juga diciptakan ketika tiga orang sedang melakukan sebuah pembangunan besar. Mereka adalah Gaget, Gauthier, dan Cie. Masih menurut cerita, pembangunan besar yang mereka lakukan adalah pembangunan patung Liberty pada 1886.
Versi lain kemudian banyak bermunculan. Cerita lain mengenai asal usul kata gadget datang dari peristiwa Perang Dunia I. Gadget  digunakan dalam bahasa kemiliteran terutama bagi angkatan laut. Kata gadget sering muncul dalam buku yang ditulis oleh Vivian Drake berjudul “Above the Battle” yang diterbitkan pada 1918.
Dalam buku itu tertulis sebuah kutipan seperti ini “Our ennui was occasionally relieved by new gadgets. Gadget is the Flyng slang for invention! Some gadgets were good, some comic and some extraordinary”. Pada saat itu, istilah gadget berkonotasi sebuah kekompakan dan mobilitas.
Hingga 1956, istilah gadget terus diperbincangkan. Sebuah esai berjudul “The Great Gizmo” yang ditulis oleh seorang kritikus arsitektur bernama Reyner Banham, mendefinisikan istilah gadget sebagai benda dengan karakteristik unik, memiliki sebuah unit dengan kinerja yang tinggi dan berhubungan dengan ukuran serta biaya.
Fungsi gadget adalah untuk mengubah sesuatu menjadi hal yang dibutuhkan oleh manusia. Masih menurut esai tersebut, gadget hanya bisa digunakan oleh mereka dengan kemampuan instalansi dan penggunaan yang handal.
Berdasarkan definisi awal, tidak heran jika handphone dikategorikan sebagai salah satu jenis gadget. Berdasarkan fungsinya, handphone adalah jenis gadget yang paling akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari. Jenis handphone yang dikenal oleh masyarakat luas sudah sangat banyak.
Perkembangan terjadi dari generasi ke generasi. Penemuan baru selalu menjadi daftar spesfikasi yang dihadirkan untuk melengkapi handphone tersebut. Teknologi canggih yang diterapkan pada handphone sekarang ini antara lain kamera, jaringan internet, peta digital, dan pemutar musik.
Perusahaan-perusahaan telepon genggam juga sudah sangat banyak. Mereka bersaing untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat banyak. Perusahaan telepon seluler tersebut diantaranya Nokia, Samsung, LG, Sony Ericsson dan BlackBerry.

Leave a Reply

Blog Dofollow Silahkan Tinggalkan Komentar Sobat... Komentarnya Yang Manis Ya....!!!
Jangan Lupa Kunjungi Jasa Facebook Fanpage Murah
Buat Sobat Yang Mau Berbisnis Online Kunjungi Aja Langsung Bisnis Online Terbaru

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cafe Amaliun Indah - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -